Selasa, 19 Juni 2012

Rindu yang membara

Cintaku tidak akan mati
Rembulan dicelah rindu tua, kaukah yang melukisnya disana memulasnya dengan putih mutiara
deras cahayannya menghayutkan bayang-bayang rindu, malam adalah musafir mencari tempat bernaung
aku memanah langit berharap ada bintang jatuh terbakar untuk menyulut unggun kayu dijantungku
lalu nafasmu berhempus didada menjaga api tetap menyala, bukankah malam lebih hangat bila kau hambar 
didadaku, kita saling memandang saling menembus keheningan kau hapus keringat dikeningku menggantinya dengan kecupan, kecupan yang berbentuk perahu, brlayar lurus menuju hatiku
laut dijantungku pun bergemuruh dan malam tinggal sebuah andai
bagaiman agar malam tidak berakhir?
apakah dengan mengangkat rembulan agar tak terseret kepinggir, sebab ingin aku rangkai hatiku diantara bintang itu, untuk aku kalungkan didadamu.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Sample Text

Selamat datang di blok saya

Text Widget

Recent Posts

Download

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Followers